Minggu, 13 November 2016

Si Penari yang tidak kurus

Si Penari yang tidak kurus

Ini kota pontianak, kota kecil yang berada di negara besar Indonesia. Kota yang panas namun begitu ramah. Aku terlahir di kota ini, kota khatulistiwa yang sebenarnya banyak menyimpan kenangan. 15 maret 2000, tanggal kelahiranku. Sepertinya sejak aku masih bayi aku memang sudah bebal, buktinya mama harus melahirkan ku dengan cara sesar dikarenakan kepalaku tidak berada dibawah atau biasa dibilang sung sang. Lahir dengan berat 2,6 kg.
Papa memberi namaku clementineke cerelia Aurelia soeryamassoeka. Clementine sendiri sebenarnya adalah nama dari prancis, dan juga salah satu nama orang suci di katolik-kristen, arti lain dari Clementine juga sebenarnya adalah salah satu jenis jeruk, sedangkan neke atau nike dari clementineke berarti dewi kemenangan. Kemudian cerelia berarti dewi kemakmuran, dan Aurelia berarti emas tapi juga bisa disebut sebagai genus dari ubur ubur. Awalnya, harusnya aku dipanggil rere, berasal dari cerelia Aurelia, namun dikarenakan nenek dari mama atau biasa aku panggil popo tidak bisa bilang ‘r’ dan memanggilku ‘lele’ jadinya papa mengganti namaku jadi nike.
Papa ku adalah orang dayak, namanya tarsisius uryang soeryamassoeka, lahir tanggal 15 mei 1960 di keluarga dayak yang sangat religious mengenai agama katolik-nya, dan memiliki banyak sekali aturan dikarenakan kakek adalah salah satu tetua. Mamaku adalah orang cina beragama buddha, lahir di bogor tanggal 16 agustus 1965, kakek dari mamaku atau biasa aku panggil kung kung adalah orang Taiwan yang merantau ke indonesia. Sedangkan popo orang cina yang tinggal di Jakarta.
Aku sendiri beragama buddha, karena papa yang awalnya bilang bahwa aku masuk agama buddha saja sebelum papa dan mama menikah. Cuma walaupun papa awalnya menyuruhku untuk mengikuti agama mama, ujung-ujungnya dia seperti menyuruh aku untuk masuk ke agama katolik.
Hubungan keluarga ku memang banyak sekali drama. Papa adalah orang yang hidup sesuai dengan ekspetasi orang, papa memang pintar, dulu bekerja sebagai dosen social-politik dan juga wartawan Koran. Papa juga tergabung dengan salah satu band dayak, dendo, dan merupakan ketua untuk generasi muda dayak. Jadi, waktu banyak yang tahu aku masuk buddha, banyak yang protes dan kurang setuju mengenai ini, jadinya papa serba salah dan sering membawaku ke gereja, walaupun papa sendiri bukannya masuk kedalam gereja, malah duduk didepan dan membiarkan aku masuk dengan kakak pengasuhku yang kebetulan beragama katolik.
Mungkin karena papa orang dayak, dan sering berkumpul dengan polisi-polisi sejak muda, jadi papa mempunyai kebiasaan buruk, yaitu kuat minum alkohol, biasanya tuak atau arak, yang memang banyak bapak-bapak bilang sangat kuat. Jadi kadang kalau papa udah mabuk itu, pasti mama suka kesal.
Namun, walaupun papa begitu, hubungan aku dan papa waktu itu sangat dekat. Kata mama,  dulu aku sama papa suka jalan-jalan berdua. Bahkan memorinya aku masih ingat, kalau papa suka beliin aku makanan.
Tapi pada tanggal 13 januari 2007, papa tiba-tiba jatuh sakit dan kemudian meninggal dalam tidurnya. Salah satu kebiasaan jelek papa yang satu lagi dan sepertinya juga menurun ke aku, adalah, dia tidak pernah bilang bahwa dirinya sakit.
Sejak saat itu, mama membesarkan aku dengan sendiri. Dibesarkan dengan seorang single parent. Mama bekerja sebagai wakil direktur di Pontianak Post. Aku sebagai anak selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk mama, dengan kelebihanku sendiri.
Sejak umur dua tahun, aku sudah mulai menari. Namun, mulai masuk sanggar saat umur 3 tahun, waktu itu mama memasuki aku ke sanggar ballet di My Dance, kemudian aku belajar tarian dayak dengan keluargaku diumur empat tahun.
Sejak TK, aku sudah banyak memenangkan lomba tari. Bahkan saat aku masih SD, aku pernah diundang ke Malaysia untuk mengisi tarian dan lomba bersama sanggarku.
Aku playgroup di tadika puri. kemudian TK dan SD di Suster, sekolah dimana hampir semua keluarga ku adalah lulusan TK, SD, SMP Suster. Di Suster, aku bisa dibilang sangat aktif, juga memiliki banyak teman. Waktu TK, guru TK-ku dulu bilang, waktu masih belajar membaca satu-satunya anak yang sudah bisa membaca tanpa mengeja adalah aku. Di TK aku juga sering menari, di sekolah aku diajarkan tarian daerah.
Waktu SD, aku juga aktif. Sejak kelas satu SD, aku sudah disuruh nari oleh guru-guru ku. Awalnya aku sering disuruh nari dayak dan ballet. Tapi waktu kelas 3 SD, aku melihat banyak kakak kelas ku mulai menari modern dance. Waktu itu, aku sangat ingin menari modern dance tapi karena mama tidak bolehkan les lagi karena waktu itu sudah ballet. Jadinya, aku belajar dengan melihat kakak kelas menari. Waktu itu, aku diajak nari dengan kakak kelasku, namun dikarenakan guruku tiba-tiba menyuruh aku untuk nari diposisi depan, mereka tidak jadi menari denganku. Namun itu tidak membuatku patah semangat, aku tetap menari dengan kakak kelas yang  lain. Memang tariannya tidak sekeren kakak kelas yang pertama, namun aku sangat senang bisa menari.
Akhirnya waktu kelas 4 SD, aku mulai mengkoreografi tarian sendiri bersama kakak sepupuku.  Sejak saat itu, aku mengikuti lomba tari mewakili sekolah, dan juga selalu membuat koreografi sendiri.
Waktu SD, kegiatan ku tidak Cuma menari. Waktu SD, aku mengikuti paskibra dan wajib mengikuti pramuka, aku menjadi ketua regu pramuka-ku waktu itu, dan tergabung dalam regu inti pramuka. Aku sering mengikuti lomba gerak jalan, dan pernah mendapatkan juara 3.
Aku juga suka menulis sejak kecil, kata mama sih, itu berasal dari papa. Karena papa juga suka menulis. Kemudian aku juga suka main biola, sejak kelas 3 SD, aku les biola sampai kelas 6 SD, dan pernah mengikuti audisi untuk orchestra dan waktu itu lolos audisi. Aku juga pernah mengikuti lomba puisi mewakili SD Suster.
Karena sejak kecil aku suka membaca, aku sering membaca fanfiction berbahasa inggris di internet. Dari sana, aku belajar bahasa inggris, aku memang pernah les bahasa inggris, namun waktu les, aku tidak mengikuti dengan serius. Tapi aku benar-benar belajar bahasa inggris itu sendiri, dari membaca buku bahasa inggris, dan kemudian menonton film berbahasa inggris tanpa subtitle atau dengan subtitle bahasa inggris.
Akhirnya waktu SMP aku masuk , SMP IBC atau kepanjangannya Immanuel bilingual class. Disana aku baru tahu bahwa sebenarnya bahasa inggris ini memiliki tenses, verb dsbnya. Di Immanuel kegiatanku yang paling aktif adalah menari. Namun, waktu SMP juga aku berhenti ballet, sejak berhenti ballet-lah badanku menjadi sangat gemuk.
Waktu SMP, karena siswa nya tidak banyak, aku mengenal hampir seluruh murid di SMP IBC. Terus aku juga tergabung dalam Cheerleaders Immanuel. Selama ini,dance Immanuel tidak pernah menang. Namun, sejak angkatan aku, karena banyak anak dance, Immanuel pernah juara 3. Tidak hanya itu saja, pada waktu aku kelas 8, kami mau mengikuti lomba dance namun tidak tahu mau menari apa. Akhirnya aku mengkoreografi seluruh tariannya, sedikit dibantu oleh teman temanku juga dan tarian ini mendapat juara 2 untuk pertama kalinya. Waktu itu aku senang sekali, karena  bisa membawa juara dengan koreografiku. Aku juga sempat juara 2 lomba menari ballet kontemporer di tingkat nasional. Kemudian peringkat empat dalam lomba ballet nasional.
Kemudian saat SMA, aku bersekolah di SMAN 1 Pontianak. Pada waktu masih duduk dikelas 3 SMP hingga 1 SMA, aku menderita depresi. Banyak kejadian yang terjadi waktu aku menderita depresi, namun setelah setahun dan sering konsultasi dengan teman ku yang psikolog, mulai kelas 1 semester 2, aku menjadi lebih semangat dan mulai kembali menjadi seperti diriku yang dulu. Dan setelah depresi itu aku ditawarin untuk mengikuti kelas ballet lagi, akhirnya aku masuk ballet dan belajar lagi, terus ditawarin untuk menjadi guru ballet untuk anak-anak kecil. Akhirnya aku mulai bekerja dengan mengajar anak anak kecil. Terus di Immanuel, aku juga mengajar ekstrakurikuler tari disana. Aku mengajar 3 kelas di Immanuel dan mendapat gaji. Di SMAN 1 Pontianak aku juga tergabung di ekstrakurikuler GOSC dan GANESCO dan sempat masuk OSIS saat kelas satu.
Namun karena kesibukkan di vihara, dan mengajar, akhirnya saat kelas 2 SMA aku tidak melanjuti OSIS.
Namun tetap melanjuti GOSC atau cheers dan Ganesco. Aku banyak meraih kemenangan bersama teman teman GOSC, seperti kemarin kami mendapat juara 1 dalam lomba LFP. Terus saat mengikuti lomba pidato bahasa inggris pertama kalinya, masuk 10 besar diantara 50-60an peserta.
Kemudian waktu lomba antar kelas, kelas XI MIPA 6 mendapat juara 2 lomba debat, dan aku mendapat posisi kedua sebagai best-speaker.
Untuk hobi, selain menari yah aku suka menulis, menulis fanfiction atau novel bahasa inggris di wattpad karena aku suka menulis,a ku juga suka membaca. Dan kopi adalah hal yang paling aku sukai, aku sangat mencintai indonesia, karena itu aku sangat suka dengan musik indie-folk orang indonesia, seperti payung teduh, sore, adithya sofian dan masih banyak lagi. Aku juga mulai merasa bahwa perfilm-an indonesia semakin maju, untuk sinetron sih tidak namun film layar lebarnya semakin bermutu dengan cara shoot yang keren dan jalan cerita yang bagus, yah selain menari dan menulis hobiku yang lain adalah menonton movie.
Sekarang aku masih duduk dibangku kelas 2 SMA, dan tetap mengikuti pelajaran seperti biasanya, bercita cita ingin menjadi wartawan atau public relation, aku terus belajar agar tetap bisa membanggakan mama.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar